Sekitar seminggu lalu salah seorang teman saya mengajak saya untuk aktif memakai Koprol (http://www.koprol.com), setelah dia sendiri menemukan social network tersebut dan menjadi pemakainya. Saya sudah mempunyai akun Koprol sejak bulan Mei 2009, tapi sempat lama tidak menggunakan layanan social network tersebut untuk beberapa lama. Untuk beberapa bulan yang lalu, saya lebih sering memakai foursquare (http://www.foursquare.com), dan karena keduanya pada dasarnya adalah platform social network yang berbasis lokasi, saya mulai membanding-bandingkan dan mengira-ngira kenapa saya lebih sering memakai Foursquare dibanding Koprol akhir-akhir ini?
OK, pertama-tama sedikit data-data dulu. Data-data ini didapatkan dari website masing-masing social network, dan beberapa sumber lain di internet. Sumber data selain website social network bersangkutan akan dicantumkan.
| foursquare | koprol | |
| gratifikasi untuk user | badges, mayorship, points | - |
| penambahan venue oleh user |
bisa - tanpa filter | bisa - dengan proses approval |
| client app untuk mobile | iphone, blackberry, android, palm, mobile website | blackberry, mobile website |
| sign-in dengan ID social network lainnya | facebook, yahoo, twitter, google | |
| broadcast status ke social network lain | twitter, facebook | twitter, facebook, fireeagle |
| attachment file pada status | - | foto |
| jumlah member |
sekitar 725.000 (Mar 2010 http://mashable.com/2010/03/29/foursquare-growth-numbers/ ) |
sekitar 75.000 (Mei 2010 http://www.perspektif.net/article/article.php?article_id=1303 ) |
| penilaian user atas venue | komentar | like / dislike, komentar |
Karena kedua layanan ini berbasis lokasi, tampilan pada gadget mobile menjadi sangat penting untuk saya. Berikut kesan-kesan saya atas keduanya, dan karena saya adalah salah satu dari makhluk langka di Indonesia yang tidak memakai blackberry (atau iPhone), saya akan mengulas tampilan mobile websitenya. Berikut adalah screen capture dari interface mobile website masing-masing layanan:
Buat saya pribadi, tampilan Koprol lebih menarik dibanding Foursquare. Warna-warna yang dipilih untuk tampilan Koprol sangat membantu untuk memahami elemen-elemen pada interfacenya. Interface Koprol sendiri jauh lebih kaya dibanding interface Foursquare, pada Koprol kita bisa melihat status teman-teman kita yang ada pada lokasi kita, fitur tersebut tidak ada di Foursquare. Tampak jelas perbedaan antara Koprol dan Foursquare disini, Koprol mengutamakan interaktifitas antar user dengan mengandalkan status (What's going on?) sementara Foursquare sangat terfokus pada lokasi (dan mengandalkan social network lain seperti twitter dan facebook untuk komunikasi antar usernya).
Walaupun secara estetis saya lebih menyukai tampilan interface Koprol, pada akhirnya saya lebih senang menggunakan interface Foursquare karena sangat mudah untuk "check-in" pada interface Foursquare. Fungsi memasang status menjadi fungsi tambahan, fungsi broadcast lokasi menjadi nomor satu, karena inilah keunggulan layanan-layanan social network ini dibanding Facebook dan Twitter.
Hal kedua yang membuat saya lebih sering menggunakan Foursquare adalah gratifikasi instan yang ditawarkan layanan ini. Foursquare memberi reward berupa point setiap kali kita check-in, setiap kali kita pindah dari satu venue ke venue lain, bahkan pada saat kita membuat venue baru. Foursquare juga memberikan kita badges apabila kita memenuhi syarat-syarat tertentu.
Apabila kita sudah check-in pada sebuah venue tertentu berkali-kali dan lebih sering daripada orang lain, kita juga akan mendapatkan Mayorship untuk venue tersebut. Seolah-olah kita menjadi penguasa venue tersebut. Mayorship ini kemudian banyak dipergunakan pemilik usaha untuk mempromosikan usaha mereka. Mereka bisa memberikan potongan harga atau treatment khusus pada orang-orang yang menjadi Mayor di venue mereka.
Hal-hal ini membuat Foursquare memiliki kualitas permainan yang membuat orang sedikit banyak "kecanduan" pada layanan ini. Kalau Mayorship kita hilang untuk venue tertentu, kita akan tertantang untuk merebut kembali gelar tersebut. Kalau kita lihat teman kita memiliki badge tertentu yang unik, kita akan tertantang untuk mendapatkannya. Kalau saya berevaluasi sendiri, kualitas mirip permainan inilah yang membuat saya lebih sulit untuk lepas dari Foursquare dibandingkan Koprol.

Di Foursquare, penambahan venue adalah sesuatu yang disarankan, bahkan dirangsang (via pemberian point). Ini membawa efek negatif banyaknya "venue sampah" yang ada di Foursquare, akan tetapi juga memudahkan pemilik usaha kecil yang ingin memasang tempat usahanya pada layanan social network ini (contohnya saya :D).
Koprol mengambil pendekatan yang berbeda, penambahan venue lumayan sulit di layanan ini. Sebelum kita memasukkan data tentang sebuah venue, kita bisa membaca satu kalimat "Business or public place only please. No private house :)" kalimat ini adalah barrier pertama. Setelah kita memasukkan data-data sebuah venue, kita akan mendapatkan informasi bahwa venue yang kita tambahkan akan menunggu proses approval, ini adalah barrier kedua.
Kedua barrier tersebut membuat orang yang ingin mempromosikan usahanya lewat layanan ini menjadi lebih sulit, akan tetapi membawa efek positif dimana venue yang ada sudah terseleksi, dan adanya "venue sampah" dapat diminimalisasi. Tidak adanya "venue sampah" dan venue-venue kembar membuat Koprol bisa mengelompokkan status dari user-user berdasarkan venue, sementara foursquare hanya dapat mengelompokkan status sampai level area saja.
Ketersediaan fitur untuk memasang foto di Koprol adalah kelebihan tersendiri, karena fitur ini dapat membantu user untuk berbagi secara visual dan bukan hanya secara tekstual. Seringkali saya menggunakan Koprol hanya karena ingin menggunakan fitur ini. Sampai saat ini Foursquare tidak memiliki fitur yang setara dengan fitur ini.
Catatan: Saya bukan social media expert, apalagi "guru". Apa yang saya tuliskan disini adalah pendapat saya pribadi, dan oleh karenanya jadi sangat subyektif. Kalau ada yang salah pada tulisan ini, atau jika anda ingin memberikan masukan apapun, silakan gunakan kolom komentar di bawah ini.
Blog Tags: foursquare, koprol, opini, perbandingan, review, social network