Lho Memangnya Ini Tanah Siapa?

Mon26Jul2010

Kemarin saya mengalami kejadian lumayan tidak menyenangkan dengan mandor dari proyek sebelah rumah yang rencananya akan kami sewakan. Kejadiannya berawal ketika saya harus menengok rumah kami di Kampung Padi karena ada calon penyewa yang ingin datang untuk melihat-lihat keadaan rumah tersebut.

Betapa terkejutnya saya, di dinding pembatas rumah saya dengan proyek rumah sebelah, ada steger-steger bambu yang didirikan untuk memberi acian di dinding luar proyek tersebut. Agak sulit menggambarkannya dengan kata-kata, silakan lihat video di bawah ini:



 


Yang membuat saya kesal adalah bahwa steger-steger tersebut didirikan tanpa sepengetahuan (apalagi seijin) saya dan istri. Tahu-tahu steger-steger tersebut sudah berdiri disana. Lalu yang kedua, Di sekeliling steger tersebut tidak diberi pelindung apapun yang berarti semen acian terjun bebas ke taman dan carport kami. Bisa dilihat di video diatas pada detik ke 18 (0:18) sampai selesai, carport kami bagian kanan sepertiganya sudah tertutup semen kering.

Dalam hati saya dongkol, tapi saya sudah siap merelakan sebagian carport tersebut tertutup semen seperti itu, dan steger itu saya pikir memang harus didirikan untuk menyelesaikan proyek mereka, hanya saya ingin bilang ke si mandor (yang saya kenal karena beberapa waktu sebelumnya pernah ada masalah lain). Untuk menghubungi saya paling tidak via SMS apabila harus memakai lahan saya, dan memakai pelindung supaya semennya tidak kemana-mana.

Sesampainya di rumah, saya telponlah itu si mandor, "Selamat pagi pak A***n, saya lihat ada kerjaan acian yang pakai steger ya di lahan saya? Lain kali bisa bapak bilang saya dulu kalau ada yang seperti ini lagi?" saya tanya dengan nada seramah mungkin walaupun hati dongkol setengah mati. Yang bikin saya kaget, tiba-tiba si mandor ini membalas saya dengan membentak-bentak. "Iya pak! Namanya tetangga jangan gitu! Saya yakin bapak juga waktu ngebangun juga sedikit-sedikit seperti ini!"

Saya kaget dan bingung.. lho lho? Kok dia yang ngamuk ya? Perasaan ini tanah saya? Mulai naik darah saya. "Gini pak, Bapak itu pakai tanah saya, masuk tanah saya  tanpa ijin. Tapi sudahlah saya gak mau masalahkan itu, saya hanya minta Bapak minta ijin lain kali." Si mandor sialan itu kembali nyerocos entah apa saya sudah malas dengarnya kecuali beberapa kata di cerocosannya: "..hal kecil digede-gedein." Ini aneh menurut saya, karena berdasarkan konstelasi yang ada di otak saya, tidak ada hal yang kecil di masalah ini.

  1. Steger-steger itu segede bapaknya robotnya gaban. Dari ujung tembok ke ujung tembok yang lain. Lain kali ketemu mau saya masukkan itu steger ke lobang hidungnya kalo dia anggap steger itu kecil.
  2. Dia masuk lahan orang tanpa minta ijin (dan anehnya, dia yang marah-marah).

Dia masih nyerocos ketika saya potong pembicaraannya "Gini Pak, Bapak saya gak mau tau, pasang pelindung di steger-steger tersebut supaya semennya gak kemana-mana." Yang mana dia jawab "Ya ngomong langsung aja lah sama pemiliknya, sama arsiteknya dan pemilik kompleknya sekalian" (sebetulnya yang disebut oleh si mandor adalah nama masing-masing, saya ganti untuk melindungi privasi mereka). Kalimat si Bapak yang terakhir ini agak menggelikan setelah saya pikir-pikir kemudian. Pertama, si pemilik proyek pasti akan lepas tangan soal ini, karena ini bukan tanggungjawabnya. Kedua, ngapain bawa-bawa pemilik komplek? Aneh-aneh aja.

Tapi ya okelah saya pikir, sekalian saya labrak aja nih si mandor sialan ini di depan mereka-mereka itu. "Boleh pak, besok pagi jam 9 saya kesana" begitu saya bilang. "Oke pak, saya tunggu!" si mandor menjawab ketus. "Sudahlah pak saya banyak urusan! Saya tutup dulu teleponnya!" << kalimat ini, anehnya, adalah ucapan si mandor.

Dengan seksama, saya tutup telepon saya tanpa ngomong apa2 lagi ke dia (dan tanpa dengar lagi dia ngomong apa).

Besok paginya (hari ini, tadi pagi) saya SMS si mandor tersebut "Pak, saya ke lokasi jam 9 nanti, silakan kalau mau bawa pemilik, arsitek, dan pemilik komplek". Beberapa menit kemudian SMS saya dibalas "Gak bisa hari ini, lagi di Jakarta". "Sekarang mundur dia," benak saya. Cuma besar di gertak doang.

Saya SMS si arsiteknya "Pak Arsitek, sekadar info, mandor anda bikin steger di lahan saya tanpa ijin saya." Dalam beberapa detik si Arsitek telpon saya, dan langsung bertanya ada apa sebenarnya, saya jelaskan lah duduk perkaranya. Si Arsitek menjelaskan pada saya ternyata si mandor bilang bahwa dia sudah minta ijin saya. Dia gak tau sebetulnya si mandor sialan itu bohongin dia, dan dia minta maaf sebesar-besarnya soal itu. Permintaan maaf saya terima soalnya sebenarnya saya juga malas panas-panasan, dan masalah saya anggap selesai.

Saya menulis ini disini untuk menunjukkan kekaguman (dan kekesalan) saya, betapa beberapa orang itu tidak tahu etika dalam bekerja bahkan bertetangga. Si mandor tersebut bisa bilang "..namanya tetangga", tapi dia gak berusaha melihat itu dari sisi si tetangga. Bayangkan kalau tetangga anda tiba2 masuk pekarangan anda tanpa ijin, dan membangun kursi atau meja dengan cat dan politur berantakan kemana-mana. Apa yang akan anda lakukan? Bila tetangganya yang melakukan ini, apa yang akan si mandor lakukan?

Ada beberapa kejadian lain kurang menyenangkan dengan proyek sebelah rumah ini yang mungkin akan saya bagi di lain waktu. Etika kerja si mandor yang seperti ini akan saya ingat seumur hidup, istri saya yang bekerja di bidang arsitektur PASTI tidak akan menawarkan proyek apapun kepada si mandor ini, dan saya yang kebetulan bersekolah juga di jurusan arsitektur sewajarnya punya teman-teman yang berkecimpung di bidang tersebut. Kalau saya dengar salah satu teman saya mau memakai jasa si mandor tersebut, bisa dibayangkan "rekomendasi" macam apa yang akan saya berikan.

Blog Tags: arsitektur, bertetangga, etika, friksi, konstruksi, kurang ajar, mandor, sopan santun, steger

Recent Comments

Newest Blog Entries

  • (dipindahkan dari blog saya yang lama :D )  Ada sebuah kota yang tak berhenti bermimpi. Kota tersebut tampak berbeda bagi tiap orang. Untukku, kota tersebut tampak seperti sebuah kota biasa. Lengkap dengan gedung-gedung pencakar langit, pasar-pasar terbuka, dan bagian kota tua dengan...
  • Saya mau jual E71 saya nih. E71 ini kira-kira umurnya 2 tahun, kondisi 80% (pintu karet untuk port USB hilang). Bodynya masih mulus (ada garis-garis tipis sedikit di beberapa bagian). Alasan jual: Ganti handset dengan Galaxy S Belum pernah masuk servis, masih nyala lancar-carr!   Harga...
  • (note: Bahasa Indonesia menyusul) I bought myself a Samsung Galaxy S cellphone in July, and here's my review after almost a month of usage. First of all, the facts: Shipped with Android 2.1 (Eclair) update to Android 2.2 (Froyo) will be available September 2010. Processor: ARM Cortex A8 1GHz...
  • Kemarin saya mengalami kejadian lumayan tidak menyenangkan dengan mandor dari proyek sebelah rumah yang rencananya akan kami sewakan. Kejadiannya berawal ketika saya harus menengok rumah kami di Kampung Padi karena ada calon penyewa yang ingin datang untuk melihat-lihat keadaan rumah tersebut....
  • This.Is.Netherlaaanddss!!! from here via here Scientific Curiosity Captured in PhotosScientific experiments turned into works of art. ScribblesSorry Windows user, this little application is for Mac users only. This little drawing tool is suitable for those moments when you just want to doodle...

Advertisement

Newest Tutorials